Minggu, 25 Maret 2012

'gagal' atau 'berhasil'

'kegagalanku' bukanlah kegagalan Tuhan, pontang-panting kuberusaha, jungkir balik mendapatkanny, masih saja menurut manusia sedunia aku masih gagal. sasaran yang harus didapat memang tidak kudapatkan, tapi hikmah agung dbalik itu, hanya segelintir orang yang beruntung yg bs mendapatkanny. saat ini hati memang hancur, tapi aku yakin Tuhan punya rencana besar buat aku yang masih berusaha untuk slalu dekat denganNya.
-medio januari 2009-

selamat ya....stiap orang ikut puas atas 'keberhasilan' ku. padahal aku masih berusaha meraba-raba semua hikmah dbalik 'keberhasilan' yg ada dlm episode hidupku ini. mata manusia tak sebening mata Tuhan, hati manusia tak sejernih hati Tuhan...misteri-misteri hikmah ini masih belum bisa kupecahkan,entah...'keberhasilan'ku apakah keberhasilan Tuhan juga?
sebuah jawaban yang belum bs kudapatkan dan suatu saat nanti jawaban itu akan nampak jelas di depanmu.
-last may 2009-

perasaan ni begitu cemas, semua orang melihat dengan jelas bahwa aku gagal......
tapi.....entah di mata Tuhan.....mungkin inilah cara Dia menolong hamba-Nya yang semakin terjun ke jurang terdalam....
hati ini begitu tenang berserah kepada-Nya di suatu malam, tiada rasa gagal maupun berhasil...inilah episode yang harus kujalani dengan ikhtiar sekeras mungkin, hasil inilah pasti yang terbaik diberikan oleh-Nya, mungkin inilah tamparan-Nya untuk menyadarkan tidurku di tempat yang jelas-jelas salah...
Tuhan......aku sadar, gagal dan berhasil hanyalah milik-Mu, jika Kau beri aku gagal di dunia ini, berilah berhasil-Mu buat akhiratku....jika berkenan, aku hanya mohon berilah sedikit keberhasilan dunia sebagai sarana untuk menggapai keberhasilan di akhirat-Mu....aku mohon Tuhan...
-01/06/2010 02.45 @sajadah lusuh setiaku-

"kampung binatang"

sebuah kampung kecil di tengah pegunungan (=argo) yg makmur (=rejo),berpenghuni binatang2 yang kritis,sehingga terlihat bgitu dinamis karena sering terjadi benturan idealisme,visi maupun yg slalu mengedepankn realita.

SANG MONYET
provokator sejati, demi menyelamatkn diri maupun kelompokny tak segan2 dia menghasut binatang lain. gerakan2 bawah tanah rajin dia lakukan demi amanny posisi yang kadang bertameng kelompok2 lemah, seolah-olah dia brpihak pd mereka,kenyataanny nol besar,apa yang dia lakukan justru memanfaatkn kondisi kelompok lain untuk melawan musuh2nya.piawai membuat intrik dan jargon ketika mengeluarkan mosi tidak percaya pd pemimpinnya,ketika semua binatang menginginkan sang monyet untuk jadi pemimpin,dia seolah-olah tdk brambisi jd pemimpin & mungkin dia takut kuwalat jg jk dia diperlakukan spt dia memperlakukan pemimpinnya. cerdas, kreatif & ulet tapi tanpa kemanusiaan (namanya ja binatang)..culas!!!
SANG KELEDAI
tak mempunyai independensi sikap,mski dia binatang tp pny kemanusiaan yg tinggi, dan hal itu justru melemahkan posisi terhormatnya sebagai ketua RW kampung binatang, rasa kemanusianny membuat dia tdk tegas karena tidak tega anggota RWnya sakit hati, meski wargany salah tetap dijaga hatinya, 'sang pamomong' yang buta situasi & kondisi. kelemahanny sering dimanfaatkan sang monyet, keputusan2ny sangat dan terlalu sering lahir karena bisikan sang monyet.
SANG MACAN
banyak omong,sok ngatur,sok berkuasa, ketika posisi terdesak dia akan brusaha skuat otaknya memutarbalikkn fakta (teringat PKI d jagad manusia-kbrny jg suka memutarbalik fakta-tp entah benar atau nggak). kadang meski semua warga tahu dia yg salah,mereka diam saja,nggak mau terlalu dalam berurusan dgnnya, bs d fitnah!! nggak ada yg menang berurusan dgnny,sampe2 si keledai sang RW spesial minta restuny sblm memutuskan sesuatu.
SANG SINGA TUA
sudah tidak tegak lg jalanny,sisa2 tingginy intelegensi msh trlihat termasuk tingginy birahi jg. ide2ny kadang sulit diterjemahkan oleh warga kampung binatang mski ide futuristik & brvisi ms depan tu sering terbukti benar & ampuh menyelesaikan masalah, tp golongan muda sering reaktif melawan tanpa pikir panjang.warga kampung binatang slalu 'negative thinking' thdpny,diapun tahu itu,trlihat dr sorot teduh matany yg sarat beban. sang singa yang bijak bestari kadang harus tersingkir oleh keadaan, keberadaanny tak dianggap meski kadang dia kukuh mempertahankan ide yg diambil dr pngalaman sampai tetes keringat tua nya terakhir.
SANG KANCIL
bgmana kiprah si kancil??tunggu bsok yah ceritanä....

"pilih ini...pilih itu....."

'hidup adalah sebuah pilihan' ungkapan populer yang sangat tidak mudah dilakukn
untuk memutuskan sbuah pilihan, palagi dlm hidupku ni stiap hari da ribuan pilihan yg harus kupilih....tak sekali dua kali ak tertipu oleh pilihanku sndiri bahkan ktika mnta pndpt org lain, tak menjamin pula pilihanku tepat....kadang ketika logika berkata pilihanku salah, tp pd akhirny pilihan itu memberikn hasil memuaskn dan maksimal...entah faktor apa saja yg hrs dipertimbangkn tuk mngambil kputusan.
seorang rekan bilang,'data' yg valid akan membantu mengambil kputusn tepat, kawan yg lain mengingatkan jgn lupa doany jg, da sahabat jg blng lbih cpat lbih baik (bkn kampanyè lho), artinä lbih cepat salah lbih cpat tuk memperbaikinya, yg lain bilang juga, ketika kamu salah memutuskan maka selamanya tak kn memberikn hasil maksimal yg memuaskan, da jg yg brpendapat, pngalaman membantu memutuskan lbh cepat, seorang teman yg sdang studi strata 2 bilang analisa situasi n kmungkinan efek,hasil,outcome maupun dampak akn sgt membantu memutuskan pilihan yg super tepat, seorang sahabat yg religiusny tak diragukn lg oleh manusia memberi petunjuk, harus sesuai jalanNya dan mantapkan hati, apapun hasil pilihanny serahkn sama Tuhan. teman yg tak peduli sm hdupnya pun prnah kumintai pendapatnä,dia bilang 'gitu aja koq repot...', kawan psikolog bilang 'apapun pilihanmu,be positive thinking n enjoy your life' (bkn iklan lho)
otomatis smua pndapat tu melekat diotakku sbg bekal bwt mngambil kputusan, akhirnya masih bingung pula, haruskah aku pilih ini? ataukah lbih tepat yang itu? atau...keduanya dipilih, bahkan sbuah pilihan melintas dlm kalutku, tinggalkan smua, ini dan itu....
-pagi cerah sekar gading K9,pergi ato kembali-

"reuni di rumah TUHAN....."

dahsyat,...kejutan2 tak terduga mengalir dg sempurna.
18.02 saat sayup2 kumandang azan, kutepikan mobil pd sbuah mushola kecil, kusambar sarung d jok tengah n langsung menginjakkan kaki di lantai mushola, nyesss....kaki serasa fresh stlh cape' nginjak pedal rem yg radha keras mnta dservice...air wudhu membuka mataku lbh lebar, saat mau masuk k pintu mushola, lho? lho??! Bram??! ya, seorang teman SMAku yg tlah 10tahunan g jumpa, dulu dia yg slalu mlindungiku, maklum anak kecil,udik lagi,kost d rantau, so sering dipalak genk2 SMA, hampir tiap hari kutahan lapar d skolah, uang saku yg sharusnä cukup sminggu, pd hari kamis dh ludes bahkan kadang rabu jg, so siap2 puasa sampai sabtu klo trpaksa tak dpt hutangan dr tmn2 kost..suatu saat plng skolah dia maen k kostku karena hrus mngerjakn tugas klompok, dan stlh kurang lbih 2 jam dia nanya 'kamu puasa ya?jam sgini koq blum makan?' dia penasaran dan mungkin dh merasa ak g conect lg, krn memang ak merasakn perutku yg sangat perih dr kmaren sore blum diisi apa2,paling cuma air putih yg kurebus dg sisa2 minyak tanah. 'nggak,ak nggak puasa' dg males dan lemes kujawab prtanyaanny..dia trus mengejar pngen tahu yg sbnrnya, akhirnya kuceritakan smua yg kualami, dia lsg ngajak k warung dan mempersilahkn ak utk makan sepuasnya. sejak saat tu hampir tdk ada yg berani malakin ak...thanks bram,entah apa jadinya aku jk harus selalu puasa sepanjang tahun, nggak mungkin pelajaran yg smakin naik kelas smakin rumit bs dterima otakku.
18.45 nggak terasa kt ngobrol bgitu asyikny stlh kt sholat berjamaah. Tak henti2nya kuucapkan beribu-ribu trimakasih kpdnya...akhirnya sblm mlm smakin larut kt hrs mlanjutkn prjalanan masing2 yg msh cukup jauh.
Sahabat yg datang dg ketulusan dan keikhlasan pasti akan selalu disatukan oleh Tuhan...semoga aku jg bs mnjadi 'bram' bg org lain...amin..

"aaaamiiiiin.........."

sbuah kata yg selalu menggetarkn htiku yg masih terlalu labil untuk dekat dgnNya...
senja kala itu, ketika ak menjadi imam bwt shbtku d sbuah mushola kecil, tanpa ak tahu mushola penuh makmum, pd rakaat pertama hanya satu dua suara yg menjawab jelekny suara Fatihahku, namun pd rakaat kedua suara koor serempak membahana d sbuah mushola kecil...aamiiinn.....ak jd takut sm Tuhanku, ya Tuhan hambamu yg msh sangat kotor ni, sholatnya diikuti bnyk orang, bgmn ak harus bertanggung jawab padaMu Tuhan?? ak yg blum tartil bacaanny, msh semrawut tajwidnya, dan yg lbh pnting lg msh amburadul perilakunya, menjadi imam orang2 yg pasti lbih baik drku....Tuhan berilah kecerdasan untuk memimpin, plng tidak memimpin diriku sndiri untuk terus menuju jalanMU.
sepanjang perjalanan ku merenung,slm ni btapa jauh ak dr jln Tuhanku, kelak apa yg kubanggakan d dpn Tuhanku....kerasny pedhal rem mobilku g trasa lg, kalah dg perasaanku yg cemas akn Tuhanku...

"sebenarnya ibu"

sore itu, kala hujan, kisah suka duka seorang ibu d perantauan kudengar jelas dr sebuah mulut yang sangat kukenal....dia harus berjuang melawan segala sengsara hanya demi ke empat buah hatinya...pontang-panting siang malam bekerja dan berdo'a...dr hidup d sebuah rumah kontrakan yg selalu dicaci maki tiap awal bulan karena telat bayarnya, menjemur sisa2 nasi untuk diolah menjadi makanan ringan yg bs dijual, terpaksa puasa sepanjang hari karena tak punya apa2, mempertahankan seprei buluk meski sudah bnyk jahitan tangan sana sini...semua itu menguras air mataku....entah jk ibuku bukan beliau, mungkin ak nggak sekokoh skrg, mungkin ak dh tergilas jaman yg semakin kejam...setiap tetes keringat beliau, menguatkan raga anak2nya...setiap ucapan beliau, menempa hati ke empat anaknya untuk selalu berpihak pd yg haq....setiap tatapan beliau, membuat keempat anaknya berlomba membahagiakan beliau dgn prestasi....kini beliau menginjak usia pensiun, namun semangat 'mengabdi' pd anaknya masih sangat menggelora....hampir sepanjang hidup beliau hanya berpikir untuk anak2nya...ketika semua anaknya bs mandiripun, beliau tetap selalu berusaha memberikan segalanya untuk ke empat anaknya dg begitu adil,...'aku bangga dengan kalian,lihat kalian bahagia,nggak perlu kalian beri ibu apa2' sebuah kalimat yang hampir kudengar setiap lebaran ketika anak2nya berlomba memberikan sesuatu yang mungkin seumur hidup nggak bs membalas pengorbanannya...Hari makin senja hujan belum juga reda,sayup adzan membangkitkan semangatku utk menghapus air mataku dengan wudlu..maghrib kala itu begitu khusyuk hanya utk mencari ridhoNya semoga selalu diberikan yg terbaik buat ibu...ibu...ibu...dan bapakku...